semiconductor-dom.com – Pemerintah pusat menyalurkan dana transfer ke daerah (TKD) untuk Provinsi Sumatera Barat sebesar Rp13,87 triliun. Dana ini bersumber dari pagu APBN 2025. Transfer tersebut ditujukan untuk mendukung pembangunan daerah. Target ekonomi juga diharapkan bisa tercapai lebih cepat.
Realisasi Dana Transfer ke Daerah
Kepala DJPb Kementerian Keuangan Sumbar, Dody Fachrudin, menyebut realisasi TKD telah mencapai 64,61 persen. Total pagu TKD Sumbar sendiri sebesar Rp21,47 triliun. Dana ini di gunakan untuk berbagai kebutuhan. Di antaranya pembayaran gaji pegawai, pembangunan infrastruktur, serta layanan pendidikan dan kesehatan.
Dana Alokasi Umum (DAU) menjadi komponen terbesar. Nilainya mencapai Rp10,02 triliun. Angka itu setara 72,28 persen dari total TKD. DAU di salurkan ke provinsi, kabupaten, dan kota. Tujuannya untuk mendukung desentralisasi. Pembangunan daerah juga di harapkan semakin cepat. Kesejahteraan masyarakat pun ikut terdorong.
Peningkatan Dana Bagi Hasil
Dana bagi hasil juga menunjukkan kinerja positif. Hingga 31 Agustus 2025, realisasinya mencapai Rp398,07 miliar. Angka ini setara 60,16 persen dari total pagu Rp661,73 miliar. Capaian tersebut meningkat signifikan di banding tahun lalu. Kenaikannya tercatat 71,74 persen secara tahunan. Ini menunjukkan distribusi dana berjalan lebih efektif dan merata.
Namun, pemerintah pusat berencana melakukan pemotongan TKD tahun 2026. Nilainya mencapai Rp500 miliar. Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menjelaskan pemotongan ini terkait Program Astacita. Program tersebut bertujuan meningkatkan efisiensi anggaran. Dana akan di fokuskan pada sektor yang lebih strategis.
Baca juga: Sektor Manufaktur Tumbuh Positif, Indeks Pmi Capai Level Ekspansif
Antisipasi Pemerintah Daerah
Maigus meminta OPD segera mencari sumber pendanaan alternatif. Langkah ini penting untuk menjaga kesinambungan program. Ia juga menyebut beberapa kegiatan besar tahun 2026 akan di kelola langsung pusat.
Termasuk kegiatan kepresidenan dan agenda kementerian. Pemerintah daerah di minta lebih cermat mengelola anggaran. Optimalisasi dana yang tersedia menjadi keharusan. Potensi pendanaan lain juga perlu di gali.
Meski ada tantangan pemotongan anggaran, Pemprov Sumbar tetap optimistis. Kerja sama lintas sektor terus di perkuat. Dana transfer yang telah di salurkan di harapkan memberi dampak nyata. Kesejahteraan masyarakat tetap menjadi tujuan utama. Pembangunan daerah di harapkan tetap berjalan meski ada penyesuaian anggaran.