semiconductor-dom.com – Pada hari pertama balapan MotoGP di Sirkuit Mandalika, Lombok Tengah, NTB, tim anti-drone Mabes Polri langsung bergerak. Sejumlah drone liar terdeteksi mencoba masuk ke area balapan MotoGP Mandalika. Upaya tersebut berhasil digagalkan.
Kasub Satgas Anti Drone Mabes Polri, Ipda Muhammad Rizki Fitaloka, menjelaskan bahwa pemantauan di lakukan sejak awal. Drone ilegal terdeteksi beroperasi di sekitar sirkuit. Pengawasan di lakukan secara ketat sepanjang balapan berlangsung.
Deteksi Tanpa Penjatuhan Drone
Tim menemukan beberapa drone yang terbang tanpa izin. Drone itu di duga di gunakan untuk mengambil gambar di area terlarang. Namun, petugas tidak langsung menjatuhkan drone tersebut. Pendekatan persuasif lebih di utamakan.
Petugas memilih mencari operator drone. Pilot kemudian di minta menghentikan penerbangan. Langkah ini di nilai lebih aman. Cara itu juga menjaga kelancaran balapan. Gangguan bisa di tekan sejak awal.
Personel dan Koordinasi Pengamanan
Untuk memperkuat pengamanan, Mabes Polri menerjunkan 10 personel khusus. Mereka di tempatkan di dua titik. Lokasinya berada di Pos Bukit 360 dan Pos Bukit Jokowi. Setiap pos di jaga lima personel.
Pengamanan juga didukung banyak pihak. Polri bekerja sama dengan ITDC Mandalika. Koordinasi juga melibatkan Komdigi Indonesia. Selain itu, tim drone dari Dorna Sports turut di libatkan. Drone dari Dorna menjadi satu-satunya yang di izinkan terbang.
Baca juga: Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga Acuan, Investor Sambut Positif
Operasi Mandalika Rinjani 2025
Pengamanan MotoGP di lakukan melalui Operasi Mandalika Rinjani 2025. Apel pasukan sudah di gelar oleh Polda NTB. Operasi ini melibatkan 3.037 personel gabungan. Sebanyak 2.580 personel berasal dari Polda NTB.
Lalu 266 personel dari Mabes Polri sebagai bantuan kendali operasi. Sebanyak 500 personel berasal dari instansi pemerintahan. Ditambah 191 personel dari TNI. Pengamanan di bagi ke tiga zona. Zona itu meliputi barat, tengah, dan timur. Tujuh satuan tugas di terjunkan. Tugasnya mencakup langkah prevemtif, preemtif, dan penindakan.
Dukungan Teknologi Pengawasan
Selain personel, teknologi canggih juga di siapkan. Sistem anti-drone di gunakan untuk memantau udara. Pengawasan juga dibantu helikopter. Semua demi menjaga area sirkuit tetap steril. Dengan pengamanan berlapis, MotoGP Mandalika 2025 di harapkan berjalan aman. Potensi gangguan bisa di cegah sejak dini. Penonton pun dapat menikmati balapan dengan tenang.