Pondok Pesantren Al Khoziny

Proses Evakuasi Korban Pondok Pesantren Al Khoziny Dekati Lapisan Dasar

semiconductor-dom.com – Proses evakuasi korban runtuhnya bangunan musala di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, kini semakin mendekati lapisan dasar bangunan. Kepala Kantor Basarnas Surabaya, Nanang Sigit, mengatakan bahwa lapisan paling bawah sudah mulai terbuka. Dengan kondisi itu, pihaknya berharap lebih banyak korban bisa segera ditemukan.

โ€œKalau lapisan paling bawah sudah terbuka, mudah-mudahan bisa terlihat korban lainnya untuk segera dievakuasi,โ€ ujar Nanang. Pernyataan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Posko SAR Gabungan, Sidoarjo, pada Jumat. Hingga saat ini, proses evakuasi menunjukkan kemajuan yang cukup berarti. Meski begitu, tim masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan.

Evakuasi Korban Meninggal dan Terluka

Hingga saat ini, tim Basarnas berhasil mengevakuasi 22 korban dari reruntuhan bangunan musala. Dari jumlah tersebut, sembilan korban di nyatakan meninggal dunia. Tiga korban di larikan ke RSI Siti Hajar Sidoarjo, dua ke RSUD Notopuro Sidoarjo, dan empat lainnya ke RS Bhayangkara Surabaya. Beberapa korban yang berhasil di evakuasi antara lain Maulana Alfan Ibrahimavic (13), Mochammad Mashudulhaq (14), dan Muhammad Soleh (22). Sementara itu, empat korban lainnya yang di temukan pada Jumat pagi masih dalam proses identifikasi di Pos Mortem RS Bhayangkara Surabaya. Proses identifikasi korban ini menjadi langkah penting untuk memberikan kepastian kepada keluarga.

Baca juga: Lonjakan Kasus Kdrt Selama 2025 โ€“ Pemerintah Siapkan Strategi Darurat

Solidaritas Masyarakat Setempat Membantu Proses Evakuasi

Selain tim SAR, warga sekitar Ponpes Al Khoziny juga menunjukkan solidaritas yang luar biasa. Mereka dengan sukarela menyediakan berbagai kebutuhan untuk para petugas, relawan, keluarga korban, serta jurnalis yang terlibat dalam proses evakuasi. Dari makanan, air minum, hingga cemilan, semua di berikan untuk meringankan beban yang di hadapi para pihak yang bekerja keras di lapangan. Keikutsertaan masyarakat dalam upaya pencarian ini sangat membantu kelancaran proses evakuasi dan mempercepat penanganan para korban.

Dengan semakin terbukanya lapisan dasar bangunan yang runtuh, harapan untuk menemukan korban-korban lainnya semakin terbuka lebar. Tim Basarnas dan relawan di lapangan tetap bekerja tanpa lelah meskipun tantangan besar masih harus di hadapi. Pemerintah dan pihak berwenang berharap dalam waktu dekat seluruh korban yang tertimbun dapat di temukan dan segera di berikan penanganan medis yang di perlukan. Proses ini menunjukkan betapa pentingnya kerjasama antara tim SAR, relawan, dan masyarakat setempat dalam menghadapi situasi darurat seperti ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *